Tradisi Lama Hidup Lagi di Lebaran Depok

Aroundjakarta.com – Lebaran Depok 2026 kembali digelar dengan suasana meriah dan penuh antusiasme warga. Memasuki tahun ke-7 pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menghidupkan kembali berbagai tradisi masyarakat Depok tempo dulu.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026 sekaligus Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah, mengatakan tahun ini rangkaian kegiatan semakin kuat pada penguatan nilai budaya lokal yang mulai jarang ditemui.

“Lebaran Depok ini sudah yang ke-7 kali kita laksanakan. Pada pembukaan tanggal 5 Mei, kita serentak mengadakan ngubek empang dan ngaduk dodol di tiga kecamatan, yaitu Tapos, Cipayung, dan Sawangan. Alhamdulillah berjalan meriah, ribuan masyarakat hadir,” ujar Hamzah di Alun-alun Kota Depok wilayah timur, Grand Depok City, Rabu (06/05/26).

Memasuki hari kedua pelaksanaan di Alun-alun Timur Kota Depok, masyarakat diajak mengikuti tradisi nyuci perabotan. Tradisi ini menggambarkan kebiasaan warga Depok zaman dahulu dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri dengan membersihkan seluruh peralatan rumah tangga.

“Bukan hanya membersihkan hati, tetapi semua perabotan rumah juga dibersihkan—mulai dari dandang, panci, kasur, sampai gorden. Itu bentuk penghormatan terhadap bulan suci,” jelasnya.

Selain itu, tradisi potong andilan kebo turut menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini merupakan bentuk gotong royong masyarakat dengan sistem patungan untuk membeli kerbau yang kemudian dimasak dan dinikmati bersama.

“Mereka patungan 20 sampai 30 orang selama setahun. Itu disebut andilan. Setelah itu kita potong, masak, lalu makan bersama,” katanya.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya konsep baju jadulan bernuansa era 1970-an, lengkap dengan gaya busana cutbray. Tradisi nyedengin baju juga ditampilkan melalui pertunjukan lenong yang melibatkan Wali Kota dan Ibu Wali Kota Depok.

Post Comment